Selasa, 09 Oktober 2012

makalah pengaruh monosodium glutamat (MSG) sebagai pupuk alternatif tanaman aglaonema


PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT
SEBAGAI PUPUK ALTERNATIF
TANAMAN AGLAONEMA

BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Akhir akhir ini, masyarakat ingin menumbuhkan tanamannya secara cepat dan murah. Sedangkan harga pupuk di pasaran saat ini semakin melonjak naik, baik pupuk organik maupun pupuk kimia. Selain harga yang beranjak naik, ketersediaan pupuk buatan dipasaran juga semakin langka.Selama beberapa bulan terakhir harga pupuk di Jawa Timur juga mengalami kenaikan (http://www.beritajatim.com).
Pupuk kimia atau pupuk buatan pabrik banyak dimanfaatkan para petani atau pecinta tanaman untuk menyuburkan tanah. Pupuk-pupuk buatan ini memang berguna menyuburkan dan meningkatkan hasil produksi tanaman, namun disamping itu juga memiliki dampak yang tidak baik bagi lingkungan. Pupuk-pupuk buatan tersebut diantaranya Urea, KCl, Za, Tsp-36, dll, banyak mengandung bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu diperlukan suatu alternatif lain untuk mendapatkan pupuk yang murah dan sehat.
MSG (Monosodium Glutamat) atau biasa disebut vetsin, selain sebagai penyedap rasa, bahan ini juga dapat dijadikan pupuk alternatif. MSG ini dapat dijadikan sebagai pupuk pada tanaman hias, karena didalamnya mengandung zat-zat yang dibutuhkan tanaman oleh tanaman dan dapat membuat tanaman semakin subur.
B.     RUMUSAN MASALAH
  1. Mampukah MSG menyuburkan tanaman?
  2. Apakah MSG tidak berbahaya bagi tanaman?
  3. Zat apa saja yang terkandung dalam MSG?
  4. Adakah pengaruh MSG pada tanaman aglonema?
C.     TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
  1. Mencari alternatif pupuk yang aman serta sehat bagi manusia dan lingkungan.
  2. Mencari pupuk yang murah dan mudah untuk didapat.
  3. Mengganti pupuk kimia yang berbahaya dengan MSG yang lebih aman dan efisien.

D.    MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
  1. Menjadikan daun tanaman menjadi lebih hijau dan segar.
  2. Pupuk MSG tidak mencemari lingkungan baik air maupun tanah yang berada disekitar tanaman.
  3. Mengetahui sejauh mana pengaruh MSG pada tanaman aglonema.
  4. Membantu pecinta tanaman hias khususnya untuk mendapatkan pengganti pupuk kimia.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.     KAJIAN TEORI

1. Monosodium Glutamat (MSG)
Monosodium glutamat yang sering disebut vetsin adalah garam sodium dari asam glutamate. Asam glutamate adalah suatu asam amino yang merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan tubuh. MSG dibuat dari tetes sampingan tebu (molasses) yang merupakan hasil sampingan gilingan tebu. MSG ditemukan oleh Profesor Ikeda, berkebangsaan jepang pada tahun 1970. MSG mudah larut dalam air. MSG mudah bersenyawa dengan asam amino lainnya yang akan membentuk protein.
2. Aglonema
Aglonema disebut juga Sri Rejeki atau Chinese Evergreen merupakan tanaman dari family Araceae. Genus aglonema terdiri dari Sekitar 30 spesies. Habitat asli tanaman ini adalah dibawah hutan hujan tropis,tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi. Kini berbagai macan aglaonema hibrida telah dikembangkan, memiliki penampilan tanaman yang sangat menarik. Hybrida dari berbagai macam warna,bentuk, ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.
3. Pupuk
Pupuk merupakan bahan yang digunakan untuk menyuburkan tanaman. pupuk yang baik harus memiliki kandungan unsur-unsur C, H, O, N, P, K, Na, Ca, dan Mg. unsur-unsur ini merupakan unsur/zat hara yang sangat dibutuhkan tanaman. zat hara ini diambil tumbuhan dari udara, air dan tanah. Pupuk dibedakan menjadi dua, yakni pupuk organic atau pupuk alam dan pupuk buatan.
Pupuk organik
Pupuk organik atau pupuk alam berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan ternak atau sampah. Pupuk organik dibagi menjadi 3 jenis yakni:
  1. Pupuk kandang yaitu pupuk yang berasal dari kotoran hewan ternak.
  2. Pupuk hijau yaitu pupuk yang berasal dari tanaman yang dimasukkan ke dalam tanah untuk menambah bahan organik dan unsur hara tanaman.
  3. Pupuk kompos yaitu pupuk yang dibuat dengan cara melapapukkan sampah sisa-sisa tanaman yang dicampur kotoran hewan.
Pupuk organik dapat menyuburkan dan menggemburkan tanah, mengandung lebih banyak jenis unsur dan penggunaaanya tidak menimbulkan efek samping.
Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat oleh manusia dari zat-zat anorganik. Pupuk buatan ini contohnya yakni pupuk Urea, ZA, TSP, ZK, NPK dan masih banyak lagi. Penggunaan pupuk buatan secara berlebihan dapat menimbulkan polusi air dan tanah yang akibatnya mengganggu lingkungan hidup.(Master Modul Rumpun Kimia Sekolah Menengah Umum Kelas II)
B.     KAJIAN DAN HASIL PENELITIAN

C.     RUMUSAN HIPOTESIS

MSG mampu menyuburkan tanaman karena MSG mudah bersenyawa dengan asam amino lainnya yang akan membentuk protein. Protein tersebut dapat membantu pertumbuhan tanaman dengan lebih cepat.

MSG tidak berbahaya bagi tanaman, karena MSG dibuat dari tetes sampingan tebu (molasses) yang merupakan hasil sampingan gilingan tebu. Bahan pembuat MSG yang berasal dari alam khususnya bahan nabati, maka larutan MSG yang disiramkan pada tanah sebagai pupuk akan terurai bersama zat-zat alam lain.

MSG mempunyai kandungan 78% Glutamat, 12% Natrium dan 10% air. MSG berpengaruh bagi tanaman aglonema untuk membantu pertumbuhan tanaman tersebut. MSG dapat digunakan sebagai pupuk pada tanaman karena MSG mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman, khususnya unsur makro. MSG memiliki unsur-unsur seperti : C, H, O, N, dan Na yang sangat dibutuhkan tanaman. Unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman adalah unsur N. Unsur N (Nitrogen) berguna untuk merangsang pertumbuhan tanaman khususnya batang, cabang, dan daun. Secara mikroskopis unsur N diperlukan untuk pembentukan protein, lemak, dan berbagai senyawa organic lainnya dalam tanaman.

                                      
BAB III

METODE PENELITIAN

A.     Variabel dan Definisi Operasional Variabel
1.      Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables)
Penggunaan msg
2.      Variabel terikat
Tanaman aglonema
3.      Variabel moderator

4.      Variabel pengganggu


B.     RANCANGAN PENELITIAN
Tempat yang akan kami gunakan dalam penelitian ini adalah di halaman rumah Sarah Chairina Melinda, dengan waktu penelitian selama 1 bulan terhadap 2 tanaman aglaonema yang usianya sama.
C.     Sasaran Penelitian (Populasi dan Sampel)
1.      Populasi : Tanaman Aglonema dan MSG
2.      Sampel : MSG bermerek Ajinomoto
D.     Instrumen (Alat dan Bahan)
Alat :
1.      Dua buah pot
2.      Air mineral 1,5 liter
Bahan :
1.      Tanaman Aglonema
2.      MSG (ajinomoto)
3.      Air
4.      Tanah
E.      Prosedur Pelaksanaan Penelitian
A.     Kami menempatkan dua buah tanaman aglaonema dalam 2 buah pot yang berbeda. Penanaman dilakukan seperti menanam tanaman aglaonema biasanya. Tanaman aglaonema ditanam dengan menggunakan media tanah . Satu bungkus MSG sebanyak 30 gr dilarutkan dalam 1 liter air hingga menjadi larutan. Salah satu tanaman aglaonema disiram dengan larutan MSG tersebut. Penyiraman dilakukan setiap 1 minggu sekali. Ditunggu dan diamati perkembangannya.

F.      RANCANGAN ANALISIS DATA




G.     JADWAL PENELITIAN

Penelitan akan  kami lakukan setiap hari Minggu selama 1 bulan. Juga dilakukan penyiraman. Selama penelitian kami akan mengamati tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun.

PS ::: hehehe. aku udah laaaaaaaaamaaa banget gak buka blog ku. lha kok pengunjungnya sudah nambah 1000 .___. waw .___. ohiya, semoga makalah ini bermanfaat ya teman teman :) ini yang buat adalah saya (sarahchairinamelinda) dan raro (rachmarosaa) bersama samid dan kawan kawan. terimakasih sudah baca. baaaaaaay ~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar