Halaman

Selasa, 04 Juni 2013

ocehan masa kini


Well, kira2 aku udah lama banget nggak nulis geje di blog ini. Aaah aku jadi kangen bangeeet :* hihi, masa masa menulis blog adalah masa masa salah-satu-ter-paling-indah semasa hidupku (?) *gak efisien -_-
Intinya nulis blog itu bikin bahagia, itu aja deh :/ oh iya, aku belum kasih kabar yaaaa, aku habis ini mau kelas 11 loh. Bayangkan! Kelas 11! :D waaaaaaah, aku tambah tua, hiks. Nggak kerasa aja, padahal baruuu aja kemaren aku masuk di SMA 5, baru MOS, baru terkagum-kagum sama sekolah yang besarnya beda jauh sama smp ku dulu (:D) :p eh lha kok udah satu taun aja.. :3 terus gak kerasa udah kelas 12, trus gak kerasa udah kuliah, terus gak kerasa udah kerja.. trus gak kerasa, terus gak kerasa, yaampun aku jadi inget hidup itu sangat gak kerasa :/ gimana enggak? Perasaan baru kemaren aku lari lari pas TK, sekarang udah segede gini. Berarti, nggak kerasa juga ya kita bentar lagi meninggal....................................................... *hening*

.____________. Aslinya ceria jadi mendadak merinding ..... Ya Allah, matikanlah kami semua dalam keadaan khusnulkhotimah.. amin YaAllah... tolonglah hambamu dan segenap pembaca blog hamba yang budiman ini.. ampunilah dosa-dosa kami.. terimalah amal-amal kebajikan kami yaAllah :’( al-fatihah!
^^

Balik. Hoho, kalo mau kelas 11, berarti ada hubungannya sama penjurusan. Adaptasi dari blognya ijulku tercinta, dia sekarang lagi galau jurusan loh. Masuk IPA? Atau IPS? Atau IPB? Nah, dia lagi pegel sama guru-guru yang seenaknya aja menganggap kasta IPA lebih tinggi dari segalanya. Omg, masalah besar ini :3
Iya sih, menurutku begitu. Tapi? Sama aja kayaknya, semua guru itu menganggap mata pelajaran yang diajarkannya lah yang paling bagus. Contoh nya aja, guruku fisika, bilang kalo IPA itu bagus, blablabla.. tapi pas pelajaran sosiologi, guruku yang ngajar mapel itu ya mbangga2in anak IPS. Gak jarang juga mereka merendahkan anak IPA. Nah guru IPA juga meremehkan yang jurusan IPS. Helloooo? Dunia sudah mulai berperang lagi atau bagaimana? Ada blok sekutu ada blok sentral gitu? Terus yang Bahasa jadi gerakan non blok gitu? -____- yeah, tidak habis pikir ah. Aneh2 aja, kalo bingung yaudah masuk IPB aja. Gurunya gak ngeblok-ngeblok. Hihihi :p

Eh, enggak guys, pilihan itu semua tergantung dari cita-cita mu, kamu pengen jadi apa dulu? Kejar sejak dini. Jangan nanti-nanti, jangan “ah, let it flow” atau “opo jare sing kuoso, lek gak mlebu tes IPA yowes IPS lek gak IPB” yaelah, itu mah namanya menyerah sebelum bertindak. Ayo dong semangatnya mana? :3 oh iya, milih jurusan itu harus ada BAKAT dan MINAT. See? Bakat itu yang pertama. Jadi sebelum minat, ya harus ada bakat.. kalo kamu puengen banget masuk IPS, misalnya, tapi kamu itu nggak berbakat di IPS.  Kamu bakatnya di IPA, atau pengen bahasa, tapi berbakat di IPS, atau dll deh, ya, kalo menurutku itu... 1. Berdoa 2. Berusaha, heheh. Ya itu aja deh :p

Intinya kalo kamu emang kepengen, ya kejer dong, jangan lemes :p bakat? Bisa dibikin kok ^^ belajar yang rajin, ibadahnya jangan bolong2, minta kepintaran sama yang di atas. Bismillah semuanya bisa kok :)
Udah deh ya.. cukup dulu tulisan geje nya, nanti aku lanjutin kalo gak males :p


Aku ceramah diatas itu bukannya nganggep aku udah perfect dan sebijak kata-kataku loh. Aku ini hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari dosa :’’’’ hihi. Cuma mau ngeshare aja kok, smoga bermanfaat. Good luck!

Senin, 03 Juni 2013

contoh wawancara Bahasa Indonesia

Wawancara Bahasa Indonesia


Narasumber                                        : Asisten dokter (praktik akupuntur)
Pewawancara                                      : Kelompok 3
Tempat/Tanggal wawancara              : Bumi Mas Dieng blok b1/2 (tempat praktik akupuntur Dr. YB. Hardjono

1. Permisi suster, boleh saya panggil mbak kan? Nama mbak  siapa?
//Miftah Paramitha, panggil mbak Mitha saja.

2. Mbak kerjanya sebagai apa sih di praktek akupuntur ini?
//Saya sebagai asisten dokter dek. Membantu sedikit pekerjaanya dokter.

3. Ini kan tempat praktek akupuntur, pengertian akupuntur itu apa sih?
//akupuntur itu semacam pengobatan alternatif yang berasal dari Cina. Pada dunia medis sekarang kita tertuhju pada dunia medis ke barat baratan. Nah, jadi kalau suatu penyakit tidak bisa di sembuhkan/ tidak ada obatnya di dunia medis barat, kita bisa memilih alternatif lain salah satunya yaitu akupuntur.

4. Hmm, efek dari akupuntur itu apa sih?
//ada 3.
          1.efek lokal:mengecilkan bagian yang ditusuk jarum
          2.efek organ:mengecilkan maag/lambung
          3.efek general:membantu mempercepat pembakaran lemak

5. Maksimal/minimal usia berobat dengan pengobatan aku puntur berapa tahun?
//tidak ada batasan usia tapi anak kecil yang tidak berani menggunakan jarum bisa menggunakan akulaser.

6. Oo, memang apa sih akulaser itu?
//pengobatan yang menggunakan laser sebagai pengganti jarum.


7. Apakah efek akupuntur dengan akulaser sama/sebanding?
//tidak. Tidak sebanding. Lebih bagus akupuntur dari pada akulaser. Kalau akupuntur efeknya 100%, kalau akulaser setengahnya.

8.tahapan akupuntur itu apa saja?
//1.program pengurusan: detoxifikasi (pengeluaran racun,     penurunan berat badan sampai batas yang diinginkan,              penstabilan berat badan, penguncian)
  2.program penyembuhan penyakit: 15 kali therapi, setelah itu dilihat perkembangan kesembuhannya

9. Berapa kali jadwal pasien datang untuk pengobatan akupuntur?
//seminggu 2 kali. Berlaku untuk 2 program di atas.

10. Kalau bpleh tahu biaya per therapi itu berapa ya?
//untuk pertama kali datang biaya pendaftarannya Rp 150.000,00 per datangnya Rp 45.000,00.

11. Oh iya kan akupuntur memakai jarum, bagaimana penggunaannya?
//jadi, jarum akupuntur ditusukkan ke bagian mana yang ingin di obati, lalu disetrum memakai alat akupuntur. Penggunaan jarum itu hanya di pakai sekali langsung buang. Untuk menghindari resiko penularan penyakit.

12. Menurut pengalaman mbak, penyakit apa aja sih yang sudah pernah bisa di sembuhkan melalui pengobatan alternatif ini?
//hipertensi, kegemukan/obesitas, keluhan tubuh (migrain, pusing, asma, alergi, susah tidur, dll) , struk, ambeien serta ingin mempunyai keturunan.

nb : maaf ya nggak ada fotonya.. kehapus ternyataaa :D



Sketsa Hidup Sinar (cerpen)

yaampuuun :3 ini ceritanya ternyata pas aku masih kelas 6 SD loh. aku buat cerita ini pas kelas 6. woow, hahaha. ga nyangka masih ada :D (no edit) ;)

Sketsa Hidup Sinar
Sarah Chairina Melinda


                Batu. Kota Batu. Ya, disanalah Sinar tinggal. Menetap, dan mencari nafkah. Suaminya telah meninggal 3 tahun yang lalu. Tetapi ia tak akan pernah putus asa, karena masih ada buah hati yang menjadi semangat hidupnya. Bulan. Bulan Suwardoyo Sinarsih.

                Gadis kecil itu selalu bertingkah lucu. Umurnya masih 7 tahun. Sejak kecil, ia di beri pengetahuan tentang bunga dan tumbuhan oleh ayahnya. Karena itulah Bulan mempunyai watak yang penyayang lingkungan serta cerdas. Ia senang sekali melihat beraneka macam bunga cerah.

                2 tahun lalu, tepat 1 tahun setelah ayah dari Bulan meninggal, Sinar masih saja menganggur dan menggantungkan biaya hidup dari sisa tabungan suaminya. Dulu, suaminya kerja di sebuah pabrik rokok. Gaji per-bulannya cukup untuk biaya sehari hari dan lumayan juga untuk di tabung. Namun, Sinar tahu, bila ia masih juga tak bekerja, tabungan suaminya akan habis di makan waktu. Pasti malang nasibnya setelah itu.

                Sinar  terus memikirkan hal itu. Ia sudah mencoba melamar di sana sini. Menjadi kasir, pelayan restoran, tetap saja tidak bisa. Ia tidak mempunyai ijazah SMA. Mau saja ia menjadi pramuwisma. Akan tetapi bagaimana Bulan? Sejumlah rumah telah ia datangi dan semua menolak bila Bulan harus ikut. “nanti kamu jadi repot sendiri dengan urusan anakmu.” Begitu kata mereka.

                Tak jarang ia berkeluh kesah pada foto almarhum suaminya. Bila ia sudah pusing, biasanya ia akan ke kamar mandi, mengambil wudlu, dan segera membaca al-Qur’an sambil menangis. Kalau sudah begitu, biasanya Bulan cepat-cepat menghampiri ibunya dan memeluknya dari belakang. “Ibu kenapa?” “Sedih ya, bu, ditinggal ayah kerja? Bulan juga sedih bu. Lagi pula mengapa ayah lama sekali pulangnya? Ayah sedang mencari uang untuk kita ya, bu? Bulan kangen di gendong ayah, bu.”

                Bulan tersenyum merekah. Di usianya yang saat itu masih berumur 5 tahun, Sinar semakin bangga padanya. Ia heran pada kecerdasan anaknya dalam membantunya. Betapa tidak. Bulan berkata bahwa ia ingin sekali di kelilingi oleh banyak tumbuhan dan bunga. Dan itu menimbulkan niatan. Sebuah niatan yang di yakini Sinar akan meluruskan jalan.

                Jadilah sekarang. Berkat keinginan Bulan, Sinar memberanikan diri membuka bisnis bunga dan tumbuhan. Walau tidak terbilang sukses besar, Sinar tetap bersukur dan bahagia. Bahagia penuh arti. Bersama mutiara mungilnya, ia meniti kehidupan yang perlahan terang.

*

kikisan pahit (puisi) 2009 :D

K  i  k  i  s  a  n     P  a  h  i  t
Sarah Chairina Melinda

2009



Angin sayup sunyi tak terasa

Desir laut layu. Senyap.

Senja redupi mentari

Layak redupnya hati


Hati ini menangis

Sesenyap ini. Di tengah hamparan pasir berkelabut

Kosong

Kosong sudah

Tatapi lembaran awan gelap.

Pahit.

Sepahit hati ini.


Lambaian nyiur tak kisahkan hati.

Tak damaikan hari.

Gersang dihempas, dihujam keluh kesal.


Mengapa?

Mengapa air mata bak air bah menyapu relung hati?

Kecewa hati menahan rindu.

Membunuh hati yang membatu.

Mengikis asa harapan sirna


Dimana engkau?


Hey, it's okay to make mistakes :)

It all start with your ego. Ego comes, it ruins everything and it causes anything you didn't wan't. Sadness & tears bravely take...